Lompat ke konten

Dapat Predikat ‘Baik’, Stadion Dipta Perlu Perbaikan Dalam Hal Pemakaian Genset

Dapat Predikat ‘Baik’, Stadion Dipta Perlu Perbaikan Dalam Hal Pemakaian Genset


Bolazola– Tim kepolisian baru saja merampungkan asesmen kesiapan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, yang biasa digunakan Bali United. Hasilnya, tim penilai polisi memberinya nilai “Baik”. Namun, tim evaluasi memperhatikan masalah penggunaan lampu dengan generator.

Pasca tragedi Kanjuruhan, kemungkinan pembangunan stadion di Indonesia semakin menarik perhatian. Pemerintah juga meminta pemeriksaan ulang stadion.

Polisi mengikuti permintaan pemerintah untuk menilai kembali kelayakan pembangunan stadion di Indonesia. Hal ini sejalan dengan sistem penilaian risiko keamanan penyelenggaraan pertandingan olahraga, berdasarkan Keputusan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 10 Tahun 2022 (Perpol 10 Tahun 2022), yang meliputi aspek infrastruktur, kesehatan , risiko persaingan, keamanan di bidang keamanan, keselamatan dan informasi. Sistem kontrol.

Terakhir, polisi menilai kembali kelayakan pembangunan Stadion Kapten I. Wayan Deepta di Gianyar, Bali. Tim penilai dipimpin oleh Kombes Paul Jacobus Sukirno beserta anggota tim yaitu Kombes Paul Harri Sindu Nugroho, Compol Agus Indrianto, Mangasa Ritonga dan Deka Satya Ardaputra yang bertugas melakukan penilaian risiko Stadion Deepta.

Proses evaluasi digelar Rabu malam (28/12) lalu. Setelah dilakukan evaluasi ulang, Dipta Stadium memperoleh skor 80,06% dengan kategori Baik. Kombes Paul Jacobus Sukirno memuji fasilitas dasar Stadion Deepta.

Namun Kombes Pol Yacobus Sukirno mengajukan usulan untuk meningkatkan penggunaan energi lampu. Penggunaan genset sebagai sumber energi utama dinilai kurang tepat. Generator seharusnya hanya menjadi sumber energi cadangan, dan bukan yang utama.

“Untuk fasilitas utama di dalam stadion, mulai dari perlengkapan dan pendukung lainnya, ini bagus, dan memang masih ada beberapa yang harus diperbaiki. Contoh penting adalah masalah energi. Kita tidak bisa membayangkan ketika pertandingan berlangsung, lalu itu terjadi kecelakaan lampu padam, sehingga pemerintah daerah dan złoty harus solid untuk menjadikan stadion ini sebagai sumber energi utama. Saat ini hanya bangunan yang didukung, tapi untuk lampu lapangan saya lihat masih ada energi tersendiri menggunakan genset. Ini tidak bisa diterima, seharusnya genset digunakan sebagai cadangan jika terjadi pemadaman listrik atau halangan,” kata Kombes Paul Jacobus Sukirno dikutip Bolazola dari laman resmi Bali United.

Baca juga:   Deco, Seorang Master Lini Tengah yang Bakal Jarang Kita Lihat Lagi

Kombes Paul Jacobus Sukirno berharap acara di Stadion Deepta berjalan lebih lancar. Ini akan baik untuk Bali dan Janyar.

“Menunggu pelaksanaan Perkembangan kedepan akan berjalan lancar. Fluiditas ini akan membuat Gianyar Bali menjadi tujuan wisata yang lebih semarak. Semua orang berharap demikian,” harap Combes Paul Jacobus Sukirno.


https://plastykkolo.com