Lompat ke konten

East Asia Super League Bakal Terapkan Sistem Baru Yang Lebih Yahud


Didirikan pada tahun 2017, Liga Super Asia Timur adalah turnamen undangan untuk dua tim teratas dari liga teratas di Cina, Korea Selatan, Jepang, dan Filipina. Untuk gelar perdananya, ajang ini menampilkan 12 tim yang bertanding di CBA China, Japanese B. League, KBL Korea Selatan, dan PBA Filipina.

Namun, Liga Super Asia Timur baru mendapatkan popularitasnya di Asia setelah gelar keduanya di tahun 2019. Ternyata, hanya dalam waktu enam hari, acara tersebut menarik sekitar 117 juta penonton.

Selain itu, banyak pemain top juga ikut serta dalam turnamen EASL saat itu, seperti Lance Stephenson (Liaoning Flying Leopards), Jameel Warney (Seoul SK Knights), Shabazz Muhammad (Shenzhen Leopards), Donatas Motejunas (Shandong Golden Bintang), Jared Sallinger (Shenzhen Aviators) dan KJ McDaniels (TNT KaTropa).

Saklar sistem

Sekarang Liga Super Asia Timur akan berubah menjadi liga nyata untuk pertama kalinya. Ini terjadi setelah sistem home-and-away diterapkan pada acara tersebut, mulai Oktober.

Selain itu, kompetisi ini akan diikuti oleh 8 tim yang bertanding selama 6 bulan ke depan. Kemudian akan berpuncak pada kompetisi Final Four di mana hadiah nominal akan mencapai $1 juta untuk tim pemenang. Namun, acara ini tentu mirip dengan Euroleague.

Dengan valuasi sekitar $100 juta, kesepakatan eksklusif 10 tahun dengan FIBA, dan investor papan atas seperti Jalen Green, Baron Davis, Metta Sandyford-Artest dan Shane Battier, Liga Super Asia Timur saat ini sedang naik daun.

Untuk lebih meningkatkan daya tarik EASL tahun ini, CEO acara Matt Beyer telah datang dengan ide lain. Sambil berusaha untuk tidak meniru tren liga bola basket yang sedang naik daun seperti NBA dan Euroleague, ia juga akan mencoba untuk bersandar pada tren Formula 1 dan industri K-Pop.

Baca juga:   Jika Terus di Chelsea, Karir 5 Pemain Top Ini Bakal Hancur Lebur

Jelas, ini akan memaksa Beyer untuk kemudian merilis reality show terkait acara ini, yang akan menjadi terobosan pertamanya. Selain itu, tiga hingga lima pemain dari masing-masing tim akan ambil bagian dalam acara tersebut. Selain itu, juga akan mendokumentasikan kehidupan masing-masing pemain di dalam atau di luar lapangan.


https://plastykkolo.com