Lompat ke konten

5 Fakta Thomas Doll, Eks Pelatih Dortmund yang Segera Latih Persija Jakarta

thomas doll persija


Klub besar liga 1 Indonesia Persia Jakarta akan memiliki pelatih baru untuk dipertimbangkan pada musim 2022/2023. Seperti sebelumnya, trainer ini adalah orang asing bernama Thomas Doll.

Thomas Doll adalah pelatih asal Jerman, belum diumumkan secara resmi oleh Persija Jakarta. Namun menurut akun media sosial resmi Persija Jakarta, disebutkan di Twitter bahwa Thomas Doll akan segera merapat.

Pasalnya ia baru saja sembuh dari Covid-19 dan langsung terbang ke Jakarta. Ia dijadwalkan tiba di Ibu Kota Jakarta pada Senin, 23 Mei 2022. Mungkin setelah pelatih diberi waktu istirahat di Jakarta, barulah digelar konferensi pers untuk mengumumkan pelatih berusia 56 tahun itu.

Sebelum pelantikan manajer baru, kita semua tahu bahwa Persia baru saja menyelesaikan Ligue 1 2021/2022 di peringkat ke-8 klasemen akhir. Akibat hasil buruk tersebut, pelatih sebelumnya Sudirman dan stafnya dikeluarkan dari klub.

Oleh karena itu, diharapkan kedatangan Thomas Doll dapat menghirup udara segar dan merevitalisasi Persia musim depan. Namun sebelum itu, kita perlu mengetahui 5 fakta tentang pelatih baru.

  • Mantan Pemain No. 10 Jerman

Thomas Doll sebenarnya adalah salah satu pemain sepak bola yang brilian. Ia bermain sebagai gelandang serang, memulai karirnya di klub bernama Hansa Rostock.

Dalam kurun waktu 1986 hingga 1990, ia mengalami masa-masa keemasan di Dynamo Berlin. Doll juga sempat membela Lazio setelah dipindahkan ke klub tersebut pada musim panas 1992 dan bermain di Serie A selama tiga musim.

Di pentas internasional, ia juga mencatatkan 18 caps untuk Jerman. Dia dikenal sebagai pemain #1. Bagus 10, saya masih aktif bermain.

Ketika pensiun sebagai pemain, ia memulai karirnya sebagai manajer pada tahun 2001, melatih tim Hamburg U-19. Tiga tahun kemudian, ia dipromosikan ke tim senior Hamburg, dengan total 111 penampilan di semua kompetisi.

Baca juga:   4 Klub yang Bisa Dituju Angel Di Maria setelah Dipastikan Cabut dari PSG

Doll memenangkan Piala Intertoto untuk Hamburger pada tahun 2005. Pada awal musim 2008/09, ia diangkat menjadi pelatih Borussia Dortmund, namun hanya bertahan satu musim.

Pada tahun 2011, Doll mengambil keputusan berani dengan berlabuh di benua Asia untuk pertama kalinya di Arab Saudi bersama Al Hilal.

Tapi dia dipecat kurang dari setahun kemudian karena hasil yang buruk. Kurang dari satu tahun melatih di Araba, karena ia tidak menerima satu gelar pun.

  • Gelar juara sebagai pelatih

Kualitas Thomas Doll sebagai manajer baru dikonfirmasi ketika ia menerima tawaran dari klub Hungaria Ferencváros pada Desember 2013. Sejumlah judul berhasil dihadirkan Doll.

Doll berhasil memimpin Ferencváros meraih kemenangan di Liga Hongaria, tiga kali memenangkan Piala Hongaria, Piala Liga, Piala Super Eropa. Namun kontraknya harus habis pada musim 2017/2018 akibat memburuknya hasil tim.

Setelah meninggalkan Hongaria, ia melatih beberapa klub. Misalnya, APOEL yang menjadi klub terakhirnya sejak 2019. Namun kurang dari enam bulan kemudian, pada Desember 2019, ia harus meninggalkan jabatan pelatih klub Siprus.

Menurut tanda transfer, setelah dipecat dari APOEL, Thomas Doll tidak lagi melatih klub tersebut. Tidak diketahui apakah dia melatih klub amatir. Namun selain itu, kualitasnya tampaknya cukup terbukti.




https://plastykkolo.com