Lompat ke konten

5 Alasan Kenapa Liverpool Lagi-lagi Kalah dari Real Madrid di Final Liga Champions 2021/2022

5 Alasan Kenapa Liverpool Lagi-lagi Kalah dari Real Madrid di Final Liga Champions 2021/2022


Liverpool sekali lagi harus mengakui kekalahan dari Real Madrid di final Liga Champions 2021/2022. Tim asuhan Jurgen Klopp kalah 1-0, dan mari cari tahu penyebab kekalahan menyakitkan ini.

Final Liga Champions 2021/2022 antara Real Madrid dan Liverpool di Stade de France, Minggu (29 Mei) dini hari WIB.

Pertandingan berlangsung sangat sengit, dengan Real Madrid mengalahkan The Reds dengan hanya satu gol. Vinicius Jr. mencetak satu-satunya gol pada menit ke-59 dari umpan silang Dani Carvajal.

Skor 1:0 untuk “Madrid” bertahan hingga akhir pertandingan. Serangan cepat Mohamed Salah, Sadio Mane dan Luis Diaz tak mampu menjebol ketatnya pertahanan yang “krem”.

Wasit akhirnya meniup peluit panjang dan Liverpool gagal menuntaskan dendamnya di final Liga Champions 2018. Bolazola juga dirangkum sebanyak 5 alasan kenapa Liverpool kalah lagi dari Real Madrid.

  • Gagal memanfaatkan peluang

Alasan pertama adalah Liverpool gagal memanfaatkan peluang dan dominasi yang mereka miliki selama 90 menit di final Liga Champions tadi malam. Padahal mereka berhasil mencatatkan sebanyak 23 tembakan di pertahanan Real Madrid.

Namun dari 23 tembakan, hanya sembilan yang tepat mengenai Thibaut Courtois. Selain penampilan brilian Courtois, nomornya menembak sasaran menunjukkan bahwa Liverpool sebagian besar kehilangan peluang.

Jurgen Klopp memasukkan Diogo Jota dan mengeluarkan Luis Diaz untuk menambah kreasi di lini depan. Namun Hota gagal membuktikan kepercayaan sang pelatih karena melewatkan beberapa peluang.

Banyak yang mengatakan bahwa Jota gugup ketika dia keluar pada menit ke-65, ketika dia banyak kehilangan bola dan Real Madrid dengan mudah mencegatnya.

Saat Liverpool memegang kendali, terutama di babak pertama, Real Madrid tak bergeming. Namun di babak pertama, anak-anak asuhan Klopp benar-benar bermain dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Baca juga:   5 Pemain Lokal Liga 1 Indonesia yang Punya Kualitas Tidak Kalah dari Asing

Laju permainan melambat di babak kedua, yang langsung dimanfaatkan Real Madrid. Setelah kebobolan 1-0, “The Reds” tidak bisa mengembalikan kecepatan permainan, seperti di babak pertama, karena “krim” menguasai situasi.

Salah satu pemain yang patut disalahkan adalah full-back favorit Jurgen Klopp, yakni Trent Alexander-Arnold. Kekeliruan itu terlihat jelas saat Real Madrid mencetak satu-satunya gol pada menit ke-59.

Ketika Valverde mengoper bola ke Vinicius Jr., dikatakan bahwa Alexander-Arnold tidak mengerti bahwa pemain sayap Brasil itu bebas tanpa perlindungan. Alhasil, Vinicius Jr bebas meninju bola ke gawang Alisson Becker.

Alasan lain Liverpool kalah lagi bisa jadi Liverpool kesulitan mengatasi strategi jitu Carlo Ancelotti dan Real Madrid. Jurgen Klopp bahkan mengakui setelah pertandingan bahwa Ancelotti benar-benar ahli dalam hal taktik.

Menurutnya, Ancelotti bisa menyesuaikan taktik jitunya dengan kualitas pemainnya. Maka di final Liga Champions kemarin, Madrid mampu menunjukkan permainan yang luar biasa bahkan mencetak gol.


https://plastykkolo.com